Minggu, 04 Oktober 2009

Bencana alam sebagai pelajaran hidup

Sumbar berduka, juga duka indonesia karena kita semua turut merasakan duka dan penderitaan saudara sebangsa di tanah Minang yang menerima cobaan berat ditimpa musibah Gempa bumi berkekuatan 7,6 SR pada Kamis sore yang lalu(1 oktober 2009). Kejadian bencana alam yang sering dialami oleh umat manusia diberbagai belahan dunia dan menimbulkan korban jiwa dan harta benda dalam waktu singkat dan tidak terduga. Manusia selalu punya alasan tentang sebab musabab, kenapa bencana itu terjadi dan kenapa korban sedemikian banyak ?, diantaranya karena manusia melakukan perusakan terhadap alam lingkungan, karena manusia tidak menyiapkan diri menghadapi peristiwa bencana dan ada lagi menyimpulkan bahwa hal ini terjadi karena perilaku manusia yang penuh dosa, seperti senandung Ebiet. G. Ade "mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita.... dst". Bagi saya pelajaran yang sederhana adalah hidup memang harus bekerja dan berkarya untuk memperoleh damai sejahtera di dunia dan beramal untuk bekal di kehidupan setelahnya, dengan bahasa yang lebih tepat adalah "jangan lupa mencari dan mengumpulkan harta yang sebenarnya akan dibawa pada saatnya dipanggil kekehidupan baru hanya karena mencari dan mengumpulkan harta yang sebenarnya akan ditinggalkan kelak pada saat dipanggil". Hidup adalah milik Tuhan seperti air yang mengalir dari dataran tinggi menuju dataran rendah hingga kelaut, mengalir terus........ sampai jauh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar